UPAYA PENANGGULANGAN DIARE DI KABUPATEN LAMONGAN

  • Kholifatul Ummah Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi D-III Kebidanan, Universitas Dr.Soetomo Surabaya
Keywords: ASI dini, keberhasilan ASI Eksluasif, diare

Abstract

Pada tahun 2015 Millennium Development Goals (MDG’s) Indonesia menargetkan penurunan sebesar dua pertiga untuk angka kematian bayi dan balita dalam kurun waktu 1990 – 2015.Untuk menghadapi tantangan dan target MDG’s, maka diperlukan adanya salah satu program yaitu program pelaksanaan IMD dan ASI eksklusif, pelaksanaan program IMD merupakan faktor utama yang dapat memacu tercapainya keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan profil dinkes Kabupaten Lamongan dilaporkan kasus diare sebesar 49% pada anak balita, target pencapaian IMD dan ASI eksklusif sebesar 22,48%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian ASI dini terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan kejadian diare. Model penelitian menggunakan rancangan case control, dengan jumlah sampel 16 untuk kelompok kasus dan 16 untuk kelompok kontrol. Analisis data dilakukan secara multivariant menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI dini mempengaruhi kejadian diare melalui keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan p = 0,003, OR = 13,000. Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif cenderung mengalami diare 13 kali lebih tinggi dari pada anak yang mendapatkan ASI eksklusif. Terdapat pengaruh pemberian ASI dini terhadap kejadian diare melalui keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

References

Abouelfettoha, A. (2011). Effect of Skin-To-Skin Contact on Preterm Infant Skin Barrier. J Clin Med Res , vol 3(1) p.36-46.
Alligood, M. R. (2006). Nursing Theory, Utilization And Application . USA: Mosby Elsevier.
American Academy of Pediatrics. (2014). Breastfeeding and the use of human milk. Official Journal of the american academy of pediatric, Vol. 115, p.496-506
Aprilia, Y. (2012). Manfaat IMD. Bidan Kita .available from http://www.bidankita.com/genmed/bidankita.htm (sitasi 24 Maret 2014)
Betz. (2009). Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC.
Buckley, M. C. (2012). Benefits and challenges of transitioning preterm infants to at breast feedings. International Breastfeeding Journal, p.1-7.
BPS dan BKKBN. (2012). Survey Demografi Kesehatan Indonesia. Jakarta : BPS dan BKKBN, 28.
Budiarto, Eko. (2002). Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta. EGC
Depkes. (2011). Lima Langkah Tuntaskan Diare. dalam Depkes, Lima Langkah Tuntaskan Diare. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Depkes. (2010). Manajemen Terpadu Balita Sakit Modul 2 dalam Depkes, Penilaian dan Klasifikasi Anak Sakit Umur 2 Bulan sampai 5 Tahun. Jakarta: Depkes.
Depkes. (2008). Pesan - Pesan Tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif untuk Tenaga Kesehatan dan Keluarga Indonesia. Depkes RI ,
Depkes. (2008). Pesan-Pesan tentang IMD dan ASI Eksklusif untuk Tenaga Kesehatan dan Keluarga Indonesia. Direktorat Bina Gizi Masyarakat.
Dinkes. (2012). Data dan Informasi Kesehatan Provinsi Jawa Timur. hal. 13.
Dinkes. (2012). Laporan Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) Kabupaten Lamongan. Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Lamongan ,p. 65.
Dinkes. (2011, 2012). Profil Kesehatan Jawa Timur. Dinkes Jawa Timur.
Dinkes. (2013). Rencana Kerja Pembinaan Gizi Masyarakat. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA.
Edmond, Z. C.-A. (2006). Delayed Breastfeeding Initiation Increases Risk. Pediatrics ,vol. 117: p.380-386.
Prasetyo, D. S. (2012). Buku pintar ASI Eksklusif. Jogjakarta: DIVA Press.
Purnomo, Windhu., Taufan, Bramantoro. (2013). 36 langkah praktis sukses menulis karya tulis ilmiah (hal. 34). Surabaya: PT. Revka Petra Medika.
Published
2022-07-12