PERBEDAAN TEKNIK MASASE EFFLEURAGE DAN ABDOMINAL LIFTING TERHADAP INTENSITAS NYERI KALA I PERSALINAN DI PMB JAWIRIYAH BANDA ACEH

  • Siti Hajar STIKes Muhammadiyah Aceh
  • Siti Hasanah STIKes Muhammadiyah Aceh
Keywords: Nyeri persalinan, Effleurage, Abdominal lifting

Abstract

Pendahuluan : Sebagian besar persalinan sebanyak 90% selalu disertai rasa nyeri sedangkan rasa nyeri pada persalinan merupakan hal yang lazim terjadi. Dilaporkan dari 2.700 ibu bersalin hanya 15 % persalinan yang berlangsung dengan nyeri ringan, sebanyak 35 % dengan nyeri sedang, sebanyak 30% dengan nyeri hebat dan 20% persalinan disertai nyeri sangat hebat. Nyeri hebat pada proses persalinan menyebabkan ibu mengalami gangguan psikologis. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan teknik Masase Effleurage dan Teknik Masase Abdominal lifting terhadap intensitas pengurangan nyeri persalinan kala I di BPM Jawiriyah,SST Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh.

Metode penelitian ini bersifat quasi eksperiment dengan pendekatan one group pretest posttes dengan tehnik pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan jumlah sampel 10 orang ibu menyusui. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Januari s/d 15 Februari 2024 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji T.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden yang dilakukan teknik masase effleurage rata-rata penurunan nyeri sebesar 3.90, sedangkan pada responden yang dilakukan teknik masase Abdominal lifting rata-rata penurunan nyeri sebesar 2.70 dengan perbedaan penurunan sebesar 1.20, hal ini berarti terdapat perbedaan nyeri pada kelompok teknik masase effleurage dengan kelompok teknik masase Abdominal lifting ρ value 0,007. Kesimpulan dari penelitian ini adapun  teknik masase effleurage lebih efektif menurunkan nyeri persalinan dibandingkan teknik masase abdominal lifting. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu bersalin dengan menerapkan teknik masase effleurage lebih efektif menurungkan nyeri persalinan dibandingkan teknik masase abdominal lifting.

References

Atifah. (2013). Buku Ajar Keperawatan Pada Ibu Hamil. Jakarta : Salemba Medika.
Bobak. (2014). Buku Ajar Keperawatan Maternitas.Jakarta : EGC.
Danuatmaja, B. dan Meliasari, M. (2014). 40 Hari Pasca Persalinan. Jakarta : Puspa Swara.
Fraser. (2015). Buku Persalinan. Jakarta : EGC.
Hartati, Munijati dan Khaerunisa. (2015). Mekanisme Koping Mahasiswi Keperawatan dalam Menghadapi Dismenore. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan.
Jannah, N. (2014). Biologi Reproduksi. Yogyakarta : Ar-Russ Media.
Manurung, S. (2013). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta : Trans Info Media.
Notoatmodjo, S. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta : Rineka Cipta.
Perry, A. dan Potter, P.A. (2014). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC.
Reeder, dkk. (2014). Keperawatan Maternitas Kesehatan Wanita, Bayi, dan Keluarga. Jakarta : EGC.
Rohani, dkk. (2013). Asuhan Kebidanan Pada Masa Persalinan. Jakarta : Salemba Medika.
Schoot. (2015). Mekanisme Persalinan. Jakarta : Puspa Swara.
Simkin, P. (2016). Panduan Lengkap Kehamilan, Melahirkan dan Bayi. Jakarta : Arcan.
Wals, L. (2014). Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC.
Yuliatun. (2013). Buku Pijat Effrulage. Jakarta : EGC.
Published
2024-06-29
Section
Articles