Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 24 sampai 60 Bulan di UPTD Puskesmas Totorejo Kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur Tahun 2023

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 24 sampai 60 Bulan di UPTD Puskesmas Totorejo Kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur Tahun 2023

  • Titin Ekaria Universitas Kader Bangsa
  • Eka Rahmawati
Keywords: Riwayat Penyakit Infeksi, Pemberian ASI Esklusif, Pemberian MP-ASI, Status Ekonomi, Status Imunisasi, Kejadian Stunting

Abstract

Masalah kesehatan anak yang saat ini menjadi prioritas utama yang ingin di perbaiki oleh pemerintah yaitu mengenai tumbuh kembang anak. Menurut WHO, prevalensi balita pendek menjadi masalah kesehatan masyarakat jika prevalensinya 20% atau lebih. Prevalensi balita pendek di indonesia masih lebih baik dibandingkan Myanmar (35%), namun masih lebih tinggi dari Vietnam (23%), Malaysia (17%) Thailand (16%) dan Singapura (4%) dimana Indonesia sebesar (24,4%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi, pemberian ASI eklusif, pemberian MP-ASI, status ekonomi dan status imunisasi dengan dengan kejadian stunting pada balita usia 24 sampai 60 bulan di Uptd Puskesmas Totorejo Kec Belitang II Kab Oku Timur Tahun 2023. Jenis dan Desain Penelitian bersifat kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross  sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh ibu yang memeriksa kesehatan balitanya di Puskesmas Totorejo yang berjumlah 620 Responden. Sampel yang digunakan berjumlah 83 responden. Hasil analisa univariat didapat dari 83 responden yang mengalami stunting berjumlah 5 responden (6,0%) dan yang tidak berjumlah 78 responden (94,0%). Hasil uji statistik chi-square variable riwayat penyakit infeksi ρ value = 0,006, variable pemberian ASI esklusif ρ value = 0,042,  variable MP-ASI ρ value = 0,011, variabel status ekonomi ρ value = 0,009, dan variable status imunisasi ρ value = 0,032  lebih kecil dari α=0,05 menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit infeksi, pemberian ASI esklusif, pemberian MP-ASI, status ekonomi dan status imunisasi dengan kejadian stunting pada balita usia 24 sampai 60 bulan di  UPTD Puskesmas Totorejo Kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur tahun 2023.

References

Akbar, H. and Mauliadi Ramli (2022) ‘Faktor Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-59 Bulan di Kota Kotamobagu’, Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(2), pp. 200–204. Available at: https://doi.org/10.56338/mppki.v5i2.2053.
Alfian et.al, 2021. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Balita di Desa Pa'lalakkang Kecamatan Galesong . Journal of Aafiyah Health Research:2021
Anisa, P. (2012). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 25-60 Bulan Di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun 2012. Skripsi. Depok: FKM UI. Diakses pada tanggal 21 April 2023
Aridiyah, Rohmawati, Ririanty. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. Jurnal Pustaka Kesehatan. 3(1): 166
Atikah, P dan Erna.2011. Ilmu untuk Keperawatan dan Gizi Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tingkat. Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota tahun 2022
Bishwakarma, R. (2011). Spatial Inequality in Children Nutrition in Nepal: Implications of Regional Context and Individual/Household Composition. (Disertasi, University of Maryland, College Park, United States). Diakses dari http:// hdl.handle.net/1903/11683
C. Desyanti and T. S. Nindya, “Hubungan Riwayat Penyakit Diare dan Praktik Higiene dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya,” Amerta Nutr., pp. 243–251, 2017.
Hardiyanti, Sindy. (2015). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Ketepatan Waktu Imunisasi Campak Di Bpm Endang Purwaningsih Kedaton Pleret Bantul Yogyakarta Tahun 2015. Naskah Publikasi (Online): http://digilib.unisayogya.ac.id/755/1/Sindy%20Hardiyanti_201410104188_NASK AH%20PUBLIKASI.pdf
Kemenkes RI, 2022. Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022
Kemenkes, RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia. Jakarta:Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2023) Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Buletin. Jendela Duta dan Informasi Kesehatan. Jakarta:
Khasanah, D. P., Hadi, H., & Paramashanti, B. A. (2016). Waktu pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Sedayu. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics).
Khoirun, N. M. 2015. In Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita, 10(1) hal 16-17. Media Gizi Indonesia.
Kullu.2018.Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengankejadianstuntingpada Balita Usia 24-59 Bulandi Desa Wawatukecamatan Moramoutara Kabupaten Konawe Selatantahun 2018. Jurnal ilmiah mahasiswa kesehatan masyarakat VOL. 3/NO.2/ April 2018; ISSN 2502-731X
Mawadda. 2019. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-36 Bulan. Jurnal Berkala Kesehatan, Vol 5, No. 2, Nov 2019: 60-66 DOI: 10.20527/jbk.v5i2.7340
Novikasari, 2021. Hubungan Riwayat Penyakit Infeksidengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-59 Bulan. Jkm (Jurnal Kebidanan Malahayati),Vol 7,No.2.April 2023
Pusdatin, Kemenkes, RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia. Jakarta : Pusdatin Kemenkes RI.
Ramayulis Rita, dkk. 2018. Stop Stunting Dengan Konseling Gizi. Jakarta: PT. Bina Pustaka
Resti Agustia, Nurdin Rahman, Hermiyanty. Faktor Risiko Kejadian StuntingPada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Tambang Poboya Kota Palu. Ghizda: Jurnal Gixzi dan Kesehatan, 2 (2) 2018, 61 p-ISSN: 2615-2851 dan e-ISSN: 2622-7622
Wali, 2020. Factors Associated with Stunting among Children under 5 Years in Five South Asian Countries (2014–2018): Analysisof Demographic Health Surveys. Journal Nutrients
Wandini, 2021. Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jkm (Jurnal Kebidanan Malahayati),Vol 7,No.2.April 2021
Profil Puskesmas Totorejo, (2022). Profil Kesehatan Puskesmas Totorejo. OKU Timur.
Sinambela DP, Darsono PV, Hidayah N. Pengaruh Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Tiram Banjarmasin.Din Kesehatan Kebidanan Dan Keperawatan. 2020;10(1):102-111.
Ilham Dkk.Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian StuntingPada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Jurnal KesehatanMasyarakat Mulawarman Vol.1, No.2 Desember 2019 e-ISSN : 2686-3601
Wanda, 2021. Riwayat status imunisasi dasar berhubungan dengan kejadian balita stunting. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati),Vol 7,No.4.Oktober 2021. ISSN (Print) 2476-8944. ISSN (Online) 2579-762X, Hal 851-856
Weni. 2011. Asuhan Keperawatan Neonatus dan Anak. Yogyakarta : Penerbit Nuha Medika.
Yulnefia, 2022. Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Jambi Medical Journal Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan. 2022
Published
2023-01-15