PERBANDINGAN EFEKTIFITAS SENAM ANTI HIPERTENSI DAN SENAM TERA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA SENDURO KECAMATAN SENDURO

  • Dwi Maryanti puskesmas Senduro

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg atau tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Hipertensi merupakan masalah yang perlu diwaspadai, karena tidak ada tanda gejala khusus pada penyakit hipertensi dan beberapa orang masih merasa sehat untuk beraktivitas seperti biasanya.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy experiment dengan pendekatan pretest-posttest with two group design..

Teknik pengumpulan data secara observasi, instrument penelitian yang digunakan yaitu SOP modul,  , Sphygmomanometer , sedangkan analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan SPSS Hasil penelitian ini adalah tekanan darah pada lansia sebelum diberikan senam anti hipertensi dan senam tera mempunyai tekanan darah yang relatif tinggi. Pada hipertensi  rata - rata 152,3/97,1 mmHg dan senam tera rata - rata 149,6/91,8mmHg termasuk kategori hipertensi ringan. tekanan darah lansia sesudah diberikan senam anti hipertensi  rata - rata 144,2/84,2 mmHg dan senam tera rata - rata 140,3/83,1 mmHg tetap termasuk kateori hipertensi ringan meskipun telah terjadi penurunan.

Tekanan darah responden kelompok senam anti hipertensi sebelum dan sesudah senam anti hipertensi dan senam tera mengalami penurunan, ada perbandingan efektifitas Senam Anti Hipertensi dan Senam Tera terhadap penurunan tekanan darah dan senam tera lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah.terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di desa senduro.

Published
2023-11-07
Section
Articles