Penerapan Tepid Sponge Sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Kejang Demam pada Balita yang Mengalami Hipertermi

  • Eni Folendra Rosa Polytechnic of Health Palembang, Indonesia
  • Sri Hartati Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang, Indonesia
  • Kamesyworo Kamesyworo Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang, Indonesia
Keywords: Manajemen kejang demam, tepid sponge, hipertermi, balita

Abstract

 Masa anak merupakan masa pertumbuhan dan masa perkembangan yang dimulai dari bayi, usia toddler dan pra-sekolah. Anak usia balita sangat rentan terhadap berbagai penyakit disebabkan sistem kekebalan tubuh belum terbangun secara sempurna. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering terjadi pada anak. Kejang balita umumnya disebabkan oleh kelainan somatik berasal dari luar otak yaitu demam tinggi, infeksi, sinkop, trauma kepala, hipoksia, keracunan, atau aritmia jantung. Derajat tingginya demam yang dianggap cukup untuk diagnosis kejang demam adalah 38.5℃. Hipertermi dapat dikurangi melalui tepid sponge sebagai upaya pencegahan terjadinya kejang. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas tepid sponge menurunkan kejadian kejang berulang pada anak hipertermi. Metode peneliti studi kasus dengan mengeksplorasi masalah hipertermi pada anak kejang demam dengan implementasi tepid sponge menggunakan pendekatan asuhan keperawatan.

Simpulan bahwa penerapan tepid sponge dapat mencegah berulangnya kejang demam pada anak. Manajemen kejang dengan penerapan tepid sponge dapat dijadikan sebagai bagian asuhan keperawatan pada anak hipotermi.

Author Biographies

Sri Hartati, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang, Indonesia

Dosen pada Prodi keperawatan 

Kamesyworo Kamesyworo, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang, Indonesia

Dosen pada Prodi keperawatan Poltekkes Palembang

Published
2023-11-02
Section
Articles